Dobrakan Distribusi CD di Jaman Digital? Apakah Tidak Terlambat?

Noah di Carrefour

Membaca blogpost Widi Asmoro tentang band Noah yang mendistribusikan album terbarunya bekerjasama dengan TransCorp lewat jaringan pasar swalayan Carrefour (setelah pada album sebelumnya mereka bekerja sama dengan KFC) mengingatkan saya saat di jaman dulu saya mencoba ‘mengakali’ jalur distribusi CD lewat jaringan toko buku QB milik Richard Oh yang sekarang sudah  tidak beroperasi lagi diawal tahun 2000an. Anyway alasan saya dulu adalah karena sistim jalur tertutup distribusi rekaman musik yang dikuasai jaringan kartel rekaman tidak memungkinkan bagi semua artis maupun band dengan bebas menjual hasil karya mereka tanpa harus syarat dan ketentuan dari kartel tersebut, yang memang pada saat itu cukup memberatkan. Widi mengakhiri blogpostnya dengan pertanyaan yang menggelitik, yaitu apakah dengan memastikan ketersediaan CD rekaman dalam jalur distribusi maka akan menjamin penggemar musik untuk membelinya ditengah mudahnya mendapatkan musik dengan format digital? Baca lebih lanjut

Iklan

Happy Coda by Frau [Podcast]

Kali ini Musikologi Podcast edisi ke2 yang digawangi  oleh Bangwin & Felix Dass membahas album kedua dari Frau yang berjudul Happy Coda. Kebetulan Felix Dass cukup beruntung untuk bisa dekat dengan Frau beserta manajemennya sehingga pengalaman-pengalamannya “mengikuti” proses berkembangnya Frau sampai saat ini jadi cukup menarik untuk disimak.

Thanks buat Frau & Gufi yang sudah mengijinkan lagu-lagunya diputar di acara Musikologi ini. Dan juga tanpa adanya Hey Folks! tempat kami merekam podcast ini dan juga bantuan teman-teman SRM maka program Musikologi edisi ke2 ini belum tentu bisa kita nikmati bersama. So thanks guys.

Akhir kata….enjoy the show!

Bonita & The Hus Band – Di Belakang Panggung

Salah satu band indie yang saya kagumi karena konsistensinya dalam berkarya dan bisa tetap mempertahankan nilai-nilai estetis dalam karya musik dengan fundamental bermusik yang saya anggap cukup setia pada akarnya adalah Bonita & The Hus Band. Mungkin banyak dari teman-teman jarang mendengar keberadaan dari band ini karena memang mereka tidak “bermain” diranah mainstream. Saya sangat ingin memperkenalkan satu persatu personil dari band ini yang masing-masing memiliki karakter yang unik yang akhirnya diikat oleh dedikasi mereka terhadap musik sebagai jalan hidup mereka, namun jika saya lakukan itu maka akan mengurangi kenikmatan menonton video dokumenter pendek karya The Boyers tentang Bonita & The Hus Band di belakang panggung yang bisa kalian nikmati. The Boyers adalah produser dari dokumenter ini, dan saya pikir tanpa harus berlama-lama lagi, silahkan simak dokumenter keren ini:

 

 

Perjalanan Singkat Eksperimental Elektronik George Harrison

Pada tahun 1969, sebelas tahun sebelum Paul McCartney mencengangkan penggemarnya dengan merilis sebuah lagu berbasis elektronik yang berjudul Temporary Secretary, George Harrison merilis album solonya yang kedua, Electronic Sound yang terdiri dari komposisi eksplorasi bunyi dua sisi dengan menggunakan synthesizer modul Moog, “Under the Mersey Wall” dan “No Time or Space.” Baca lebih lanjut

Cara Iron Maiden Memanfaatkan Pembajakan

Pembajakan karya intelektual itu terjadi dimana-mana dan membuat industri rekaman jadi stagnan. Mengejar-ngejar para pembajak itu juga bukanlah hal yang mudah dan murah, dan sejujurnya saya berpendapat itu adalah hal yang tidak mungkin bisa diselesaikan. Jika Metallica memilih menyewa lawyer dan menuntut perusahaan yang dianggap sebagai fasilitator pembajakan, maka Iron Maiden punya cara yang unik untuk membalikkan keadaan dan mendapatkan keuntungan dari para pembajak karya-karya mereka. Ketimbang mengejar para pembajak tersebut Iron Maiden memilih memanfaatkan pembajak agar mereka bisa tahu dimana mereka bisa melakukan tour yang paling menguntungkan. Baca lebih lanjut

Keresahan Seorang Miley

Mengubah image kadang bukanlah hal mudah bagi seorang artis, terutama bagi seorang Miley Cyrus. Kita bisa lihat bagaimana kuatnya image tokoh Hannah Montana pada diri Miley Cyrus, seorang anak baik-baik yang ada dalam film buatan Walt Disney yang ditempelkan pada sosoknya. Sebenarnya Miley bukanlah artis pertama yang berusaha keluar dari genggaman image masa kecil. Britney Spears dan Christina Aguillera pun mengalaminya juga ketika mereka beranjak dewasa dan mencoba mengubah image mereka. Apa yang membedakannya dengan Miley? Baca lebih lanjut

Observation in Three Movements – A Documentary of Prog Rock Britannia

Musik progresif rock sering dianggap musik tingkat tinggi yang sulit untuk difahami bagi sebagian penikmat musik, sehingga kadang pemusik-pemusik pengusungnya jarang dikenal luas. Banyak yang tidak tahu bahwa cikal-bakal musik progresif ini justru dimulai dari The Beatles saat mereka merilis album konsep Sergeant Peppers Lonely Heart Club Band, dimana komponen-komponen lagu dalam album ini merupakan jaringan sebuah cerita. Untuk mengenal lebih jauh tentang musik progresif ini akan lebih seru jika kita menonton langsung video dokumenter perjalanan musik prog rock di Inggris yang merupakan negara tempat lahirnya musik prog rock ini: Yuk kita tonton bareng-bareng: